Home > NEWS > Rangkuman Berita, Jum’at 8 Juli 2011

Rangkuman Berita, Jum’at 8 Juli 2011

Editorial Media Indonesia (MI) hari ini, mengangkat tajuk “Cekatan Soal Ipad Mentok di Blackbarry”. Isi editorial ini adalah krtitikan untuk polisi yang sangat cekatan dalam mengungkap kasus recehan seperti panangkapan alumni ITB November tahun lalu, Randy dan Dian yang menjual Ipad melalui kaskus. Pasalnya mereka menjual Ipad tanpa disertai buku panduan dalam bahasa Indonesia hal ini bertentangan dengan Pasal 8 ayat 1 huruf j UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen. Dan, Ipad belum menjadi alat komonikasi di Indonesia, seperti tercantum dalam U No 36/1999 tentang Telekomunikasi.

Padahal, dua lembaga pemerintah menyebutkan penjualan Ipad tidak melanggar undang-undang. Kementrian perdagangan menegaskan, Ipad memang belum termasuk produk yang harus memiliki manual berbahasa Indonesia. Kemenkominfo pun menegaskan Ipad yang dijual alumni ITB itu telah disertifikasi.

Cekatan dalam mengungkap kasus kecil tapi kelanjutan kasus penyeludupan 30 kontainer Blackberry dan miras dari Singapura yang diduga melibatkan anggota DPR Maret  silam, hingga kini tidak jelas. Begitu juga dengan kasus-kasus korupsi dan mafia pajak.

MI: Kelangkaan BBM di Aceh kian Mengkhawatirkan, kawasan paling parah: Gayo Luwes, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Singkil, Kota Subulussalam, dan Aceh Selatan. banyak kenderaan pribadi, angkutan umum dan industris tidak berfungsi.

MI: Pemerintah Wacanakan Alihkan TKI ke Negara Lain, sesuai dengan moratorium penempatan TKI sector domestic worker (pembantu rumah tangga) ke Arab Saudi yang akan diberlakukan tanggal 1 Agustus. Pemerintah sedang mempersiapkan penempatan yang lebih banyak ke Singapura, Hongkong, Taiwan, Brunei, UEA, Qatar, dan negara Asia Pasifik lainnya, juga ke Malaysia kalau moratorium secara resmi telah dicabut. Kata Dirjen Binapentra (Pembinaanp Penempatan Tenaga Kerja), Kemenakertrans, Reyna Usman.

MI: Satgas TKI Gerak Cepat Selamatkan TKI dari Hukuman mati, satgas TKI sedang memperlajari masalah TKI yang terancam hukuman di Arab Saudi kemudian Malaysia, China, dan Singapura. Satgas memanggil Dubes RI di Arab untuk memberi keterangan, karena ada 28 tercancam hukuman mati, dan 4 dengan hukuman pancung di Arab. Kalau di Malaysia ada 177 WNI, 138 diantaranya terlibat narkoba, 35 pembunuhan, 3 kepemilikan senpi. Di China 22 WNI terlibat narkoba. 2 di Singapura yang sudah melakukan permohonan grasi, ungkap satgas TKI Humprey R Djemat.

Baca lengkap di situs resminya.

Categories: NEWS
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: