Home > NGAJI SIDE, Raudhatul Qur'an > 2 Nikmat yang Sering Menipu Manusia

2 Nikmat yang Sering Menipu Manusia

Ada dua nikmat yang sering sekali menipu manusia, nikmat sehat dan nikmat lapang atau kosong waktu, hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang bunyinya “2 nikmat yang menyebabkan umatku lalai/tertipu, pertama nikmat sehat dan nikmat lapang”. Banyak manusia yang kurang sadar kalau sehat itu mahal. Sehingga mereka tidak mengambil faedah dengan kesempatan sehat itu, baru kita sadar sehat itu mahal ketika kita sedang tidak sehat, mahal sekali harga gigi, kapan mahal harga gigi? Ketika kita tidak bisa lagi makan kue kering yang keras.

Ketika sudah sakit baru kemudian teringat ibadah, dalam kondisi seperti ini ibadah tidak lagi terasa enak. Sewaktu masih muda, masih kuat ibadah kita pas-pasan ketika sudah tua sudah sakit-sakitan semangat ibadah baru muncul tapi tidak mungkin dipertahankan lama kerena penyakit sudah banyak, sakit pinggang, sakit rematik dll.

Yang kedua adalah nikmat lapang, ketika lapang tidak ada kerjaan tidak ada kegiatan kita lalai dengan hal yang tidak berguna, baru kita sadar akan berharganya waktu luang itu ketika kita dalam keadaan sempit. Baru ketika harus bergelut dengan waktu dan berpacu mengejar kesempatan nikmat akan lapangnya waktu terasa, atas lapang yang telah diberikan menyesal telah kita abaikan.

Banyak sekali orang yang menyesal di waktu tuanya Karena waktu mudanya tidak dimanfaatkan ketempat yang berguna. Ibnu Sina pernah mengatakan masa muda adalah masa produktif karena ketika manusia berumur 40 tahun pengetahuannya adalah apa yang telah ia dapati diwaktu muda. Bayangkan bila kita tidak mempersiapkan bekal untuk masa tua itu. Inilah nikmat yang sering diabaikan manusia.

Kadang kala suami tidak ada harga dimata istri, baru ketika suami meninggal, baru disadari kalau suami itu berharga. Begitu juga sangat berharganya seorang istri karena ketika kita kehilangannya cukup susah mencari pengganti. Sekilas kita berpikir enak dapat istri baru, tapi tidak sedikit orang gagal dalam hal ini.

Bijaksana lah dalam mempergunakan dua hal tersebut, solusi dari Nabi adalah orang yang hebat adalah orang yang menggadalikan dirinya untuk perbekalan setelah mati dan jauh dari kelalaian, sedang kan orang yang sangat-sangat bodoh adalah orang yang memperturutkan enak/hawa nafsu, tetapi disisi yang lain dia berharap banyak pertolongan Allah, keamaafan Allah, kasih sayang Allah.

Semoga kita terhindar dari hal-hal yang menipu, amin.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: