Home > NGAJI SIDE, Raudhatul Qur'an > 3 Tipe “Teman” Manusia

3 Tipe “Teman” Manusia

Ada 3 tipe teman dalam hidup manusia. Yang pertama teman yang seperti makanan, Kedua seperti obat-obatan dan yang ketiga seperti musuh. Tiga hal inilah yang selalu ada dalam kehidupan manusia. Mereka ada yang bersifat membantu, fasif dan bahkan ada yang memberi muzarat. Teman yang dimaksud disini bukanlah teman dalam bahasa Indonesia tetapi makna teman disini lebih kepada pendamping hidup.

Pertama teman yang sifatnya seperti makanan adalah ibdah atau amal baik. Tak bisa dipungkiri lagi kita butuh selalu dengan makanan, karena memang kita makhluk makan. Berbeda dengan malaikat yang tidak makan tidak minum seperti kita, makanan malaikat adalah tasbih (zikir) makanya ketika Izrail mengunjungi nabi Ibrahim, nabi Ibrahim tidak tahu itu malaikat, disuguhkan makanan masuk mulut tapi keluar lagi, kemudian nabi Ibrahim bertanya siapa anda? Malaikat.

Yang mana teman yang seperti makanan? Itulah ibadah, semua jenis ibadah zikir, berbuat baik, senyum dll maka kita sangat butuh, semakin banyak maka kita semakin senang.

Yang kedua teman diibaratkan seperti obat-obatan. Tidak  setiap hari kita butuh, kita hanya memerlukannya ketika kita butuh saja, karena kalau kebanyakan menggunakan obat-obatan maka akan timbul masalah. Bahkan disaat kita butuh, teman itupun tidak bisa berada didekat kita. Teman yang kedua ini adalah keluarga, istri, suami, anak, ibu, bapak, sahabat.

Betapa banyak anak yang ketika meninggal orang tuannya tidak bisa berdekatan, semua pelayanan yang diberikan hanya sebatas sampai kubur. Ketika diantar kerumah sakit dengan mobil pribadi ketika pulang dengan mobil ambulan karena orang yang sudah meninggal tidak diizinkan lagi naik mobil pribadi, itulah teman obat-obatan tidak lama hanya sebentar saja.

Yang ketiga adalah tipe teman yang dalam bahasa sufi dikatakan musuh. Semua fasilitas yang membuat kita jauh dengan tuhan itulah musuh. Seperti mobil, toko, anak, istri, suami, teman. ketika kita berdekatan dengan teman tipe ketiga ini malah membuat kita lupa akan ibadah, lupa berbuat baik, terhambat munajat, itulah kerugian yang nyata.

Maka beruntunglah bagi orang-orang yang berteman dengan amal ibadah.

Intisari tausiah singkat pimpinan dayah Raudhatul Quran, Tungkop – Aceh.

  1. Masykur
    September 23, 2011 at 4:18 pm

    alhamdulillah, teruslah menulis hal2 yang bermanfaat. krn kami yg beradu jauh dr kmnitas muslim sangat membutuhkan tulisan seperti ini. jazakallahu khairan

    • September 23, 2011 at 8:33 pm

      Siiap tungku… wish the best there…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: