Home > STRATEGY > Mengendalikan Penyakit Bakteri Darah Pada Tanaman Pisang

Mengendalikan Penyakit Bakteri Darah Pada Tanaman Pisang

Penyakit bakteri darah atau disebut juga penyakit layu bakteri. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Pseudomonas solanacearum.

Kerugian yang ditimbulkan oleh penyakit ini bisa mencapai 27 % – 36 %. Belum ada varietas pisang yang dapat tahan oleh penyakit ini karena bakteri Pseudomonas sp dapat tahan lama didalam tanah.

Gejala yang timbul pada tanaman yang terserang penyakit darah adalah:

  1. Daun menguning mulai dari daun yang muda
  2. Jika pisang dipotong, atau batang dipotong keluar lendir berwarna putih keabu-abuan sampai kecoklatan
  3. Jika terserang buah masih terlihat normal tapi jika dibuk buahnya telah busuk berwarna kuning kemerahan
  4. Tangkai buah buah juga terjadi perubahan warna

Menurut informasi yang didapat dari gudangpertanian.com, penyakit ini belum bisa disembuhkan namun pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari serangan hama ini, yaitu dengan cara:

  1. Jangan memindahkan bibit dan tanah yang terserang ke daerah pertanaman
  2. Gunakan bibit yang bebas penyakit (dari daerah yang bebas penyakit darah atau dari kultur jaringan)
  3. Pembungkusan buah beberapa saat setelah jantung keluar
  4. Sanitasi lahan, tidak menanam pisang pada lahan bekas terong, cabe, tomat.
  5. Mensterilkan alat yang digunakan
  6. Perbaikan drainase untuk mengurangi kelembaban tanah
  7. Pemusnahan tanaman sakit dengan cara dibakar
  8. Memotong siklus patogen dengan rotasi tanaman paling tidak selama satu tahun

Berbeda halnya dengan hasil penelitian yang ditemukan oleh Dr. Ir. Abdjad Asih Nawangsih, M.Si, dosen dan peneliti IPB. Bakteri ini dapat disembuhkan dengan memanfaatkan bakteri endofit pada pisang untuk mengendalikan penyakit darah.

Pengendalian penyakit menggunakan varietas tahan sulit dilaksanakan karena patogen dapat menyerang semua varietas pisang. Sanitasi dan eradikasi telah dilakukan oleh petani tetapi penyakit masih dapat ditemukan di lapangan dengan kejadian penyakit yang tinggi.

Aplikasi beberapa bakteri rizosfer gagal mengendalikan penyakit ini di lapangan. Alternatif lain untuk pengendalian penyakit ini adalah menggunakan bakteri endofit yang memiliki relung hidup yang sama dengan patogen.

Penelitian ini dilaksanakan untuk meng-isolasi satu atau lebih bakteri endofit dari pisang sebagai calon agens biokontrol, untuk menguji ke-mampuan penghambatan agens biokontrol terhadap bakteri penyakit darah secara in vitro dan terhadap kejadian penyakit secara in planta.

Bakteri endofit diisolasi dari batang pisang sehat dari pertanaman yang terinfeksi. Isolat-isolat bakteri diuji kemampu-an penghambatannya terhadap bakteri penyakit darah melalui mekanisme antibiosis pada media agar-agar King B dan kemampuan berkompetisi dalam media cair King B.

Dari penelitian ini diperoleh satu isolat (CA8) yang menghasilkan zone hambatan dengan diameter mencapai 10 mm dan dua isolat (CA8 dan PK5) yang menghasilkan penekanan terhadap populasi bakteri penyalit darah relatif paling tinggi dibandingkan dengan 13 isolat lainnya.

Reference:

http://www.gerbangpertanian.com

http://lppm.ipb.ac.id

Categories: STRATEGY
  1. November 7, 2011 at 5:37 pm

    Pisang di desaku terserang hama yang menyerang akar, hingga pohon pisang mengering.

    • December 3, 2011 at 9:55 pm

      wow jenis penyakit apa itu, emm… tak cari tau dulu pak tani ya…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: