Home > STRATEGY > Persiapan dijamu oleh Orang Jepang

Persiapan dijamu oleh Orang Jepang

Kadang nasib tidak bisa ditebak. Siapa tahu anda menang undian berlibur ke Jepang selama 3 hari dari promosi sabun detergen yang anda kirim 2,5 bulan yang lalu. Atau pernah sempat berbaik hati dengan orang asing waktu dia berada di daerah mu, seperti kawan saya yang meminjamkan uang kepada orang Belanda, dan pada saat dikembalikan uangnya lengkap dengan satu tiket pesawat ke Amsterdam. Who knows…

Oke, karena ada hal-hal yang banyak terjadi tanpa diduga maka saya akan membahas sedikit tentang budaya minum teh di Jepang, siapa tahu saya dan anda akan berada disana suatu saat nanti hehe…

Di negeri sakura, minum teh merupakan ritual tradisional menyajikan teh untuk tamu. Pada zaman dulu disebut chato atau cha no yu, kalau minum teh luar ruangan disebut nodate. Teh tidak hanya dituang dengan air panas dan kemudian diminum tetapi sebagai seni dalam arti yang luas. Dalam upacara minum teh yang disebut chashitsu, biasanya teh disiapkan oleh orang yang disebut Tea Master untuk dinikmati para tamu. Biasanya acara ini dilaksanakan diruangan khusus.

Upacara minum teh mencerminkan kepribadian dan pengetahuan tuan rumah yang mencakup antara lain tujuan hidup, cara berpikir dan agama. Dalam menyajikan minuman, cangkir yang disediakan untuk tamu wanita dan pria juga berbeda.

Tea Master, orang yang menyiapkan teh memberikan cangkir (yang sebenarnya mangkok) tidak sembarangan, namun sesuai “kepribadian” para tamu, biasanya para lelaki diberi cangkir yang simple, dan para wanita diberi cangkir bunga.

Pada umumnya, upacara minum teh menggunakan teh bubuk matcha yang dibuat dari teh hijau yang digiling halus. Upacara minum teh menggunakan matcha disebut matchado, sedangkan bila menggunakan teh hijau jenis sencha disebut senchado.

Posisi dan teknis minum teh juga ada aturannya. Posisinya adalah seperti duduk di antara dua sujud pas sholat. Bagi yang tak terbiasa, ini adalah posisi yang tidak nyaman.

Selain itu, sebelum menempelkan cangkir ke bibir, cangkir diletakkan di telapak tangan kiri dan tangan kanan harus memutar cangkir 180 derajat dalam tiga putaran! Jika lupa, ini dianggap sangat tidak sopan, dan tuan rumah akan sangat tersinggung. Karena gambar bunga-bunganya harus terlihat di depan sehingga tuan rumah mengetahui bahwa kita sangat menikmati teh tersebut.

Salam hangat, semoga bermanfaat.

Categories: STRATEGY
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: